Sabtu, 08 Juni 2013

Reuni Unik Antara Pemain Bertahan Timnas dengan Van Persie

Reuni Unik Antara Pemain Bertahan Timnas dengan Van Persie

Liputan6.com, Jakarta : Ada pemandangan cukup menarik usai sesi latihan sore Tim Nasional Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Rabu, 5 Juni 2013). Pemain Timnas Indonesia Raphael Maitimo "reuni" dengan mantan rekannya di masa muda, Robin van Persie.

Mereka terlihat berpelukan dan berbincang cukup lama di area lapangan GBK. Kejadian itu bermula ketika Timnas Indonesia menyudahi latihan di GBK sekitar pukul 19.00 WIB dan bersiap-siap meninggalkan lapangan.

Tidak lama berselang, Timnas Belanda pun satu-persatu mulai memasuki lapangan. Tepat ketika Robin van Persie memasuki lapangan, Maitimo kemudian memanggil bintang Manchester United tersebut.

Sejenak berpelukan, mereka kemudian terlihat berbincang santai. Sesekali van Persie terlihat tersenyum santai ketika berbincang dengan pemain bertahan Mitra Kukar tersebut.

Tidak hanya berbincang dengan Van Persie, Maitimo pun sempat berpelukan dengan bintang Belanda lain, Wesley Sneijder dan Arjen Robben. Peristiwa itu terjadi di sela-sela perbincangan Maitimo dan Van Persie.

Van Persie terlihat memanggil Sneijder dan membicarakan sesuatu, lalu Sneijder pun berpelukan dengan Maitimo. Kejadian serupa terjadi ketika pertemuan Robben dan Maitimo.

Van Persie terlihat memanggil Robben, membicarakan sesuatu, lalu pemain Bayern Muenchen itu berpelukan dengan Maitimo. Namun pertemuan antara Maitimo dan Robben serta Sneijder hanya sejenak. Tidak ada perbicangan di antara mereka.

Baik Maitimo dan van Persie sama-sama pernah pernah memperkuat tim U-17 Feyenoord. Sedang dengan Sneijder dan Robben, Maitimo pernah satu tim di timnas U-15 Belanda.


Daftar Harga Tiket Laga Indonesia VS Arsenal Sabtu, 8 Juni 2013 11:35 WIB

Daftar Harga Tiket Laga Indonesia VS Arsenal

Sabtu, 8 Juni 2013 11:35 WIB

TRIBUNNEWS.COM - Kehadiran klub-klub sepak bola dunia di Indonesia, sangat diharapkan bisa menjadi transfer ilmu demi perkembangan sepak bola usia dini di Indonesia.
Setelah Belanda, bulan depan, klub Arsenal siap untuk menemui pemain dan penggemar sepak bola di Indonesia.
Promotor telah mengeluarkan daftar harga tiket yang bisa dibeli penonton mulai dari kelas 3 hingga VIP.
Ini daftar harganya:
Tanggal 14 Juli 2013, Arsenal
- VIP Barat Rp 750.000
- VIP Timur Rp 500.000
- Kat 1 Rp 300.000
- Kat 2 Rp 200.000
- Kat 3 Rp 100.000

Bomber Persib & Timnas Indonesia Ternyata Teman Dekat Arjen Robben


Bomber Persib & Timnas Indonesia Ternyata Teman Dekat Arjen Robben


Sergio van Dijk ternyata pernah kenal dekat dengan salah seorang bintang Belanda, Arjen Robben. Bomber Persib Bandung dan Timnas Indonesia itu menimba ilmu sepakbola bersama-sama dengan Arjen Robben selama 6 tahun saat masih di akademi Groningen. Nah, saat Timnas Indonesia bertemu dengan de Oranje, Sergio van Dijk merasa senang karena bisa reuni dengan sahabat lamanya itu. Timnas Indonesia dan Belanda akan bertarung dalam laga ujicoba pada 7 Juni 2013 di Jakarta.
”Yang saya kenal pribadi hanya Arjen Robben. Dalam laga nanti, saya senang jika dapat reuni bersama dengan mantan rekan saya itu ketika bermain di akademi Groningen. Kami sudah 6 tahun bermain bersama di Belanda,” ujar Sergio van Dijk belum lama ini.
Saat masih muda, Arjen Robben dan Sergio van Dijk memang sama-sama tercatat sebagai penghuni akademi Groningen di Belanda sejak tahun 1996. Pada tahun 2000, keduanya naik kelas dan memperkuat tim Groningen di kompetisi. Dua tahun berselang, Arjen Robben dan Sergio van Dijk pun akhirnya berpisah.
Namun, nasib keduanya berbeda. Setelah mentas dari Groningen, Sergio van Dijk ”hanya” bermain di klub-klub semenjana di Belanda, seperti Helmon Sport (2002-2005) dan Emmen (2005-2009), sebelum Sergio van Dijk hijrah ke Australia untuk bergabung dengan Brisbane Roar (2008-2010) kemudian ke Adelaide United (2010-2013) hingga kini pindah ke Persib Bandung.
Sebaliknya, Arjen Robben langsung menjadi calon bintang selepas dari Groningen. Pada tahun 2002, ia direkrut salah satu tim papan atas Belanda, PSV Eindhoven, hingga tahun 2004 di mana ia bermain sebanyak 56 kali dan mencetak 17 gol.
Setelah itu, karir Arjen Robben semakin menjulang dan memperkuat klub-klub raksasa Eropa, seperti klub kaya Inggris, Chelsea (2004-2007), kemudian ke tim langganan juara Laliga, Real Madrid (2007-2009), dan pada akhirnya hijrah ke tim paling kuat di Jerman, Bayern Munich, hingga saat ini.
Kehebatan Arjen Robben di level sepakbola Eropa dan dunia bahkan belum meredup sampai sekarang. Terakhir, belum lama ini, ia sukses mengantarkan Bayern Munich menjuarai Liga Champions.
Nah, setelah sekian lama berpisah, Sergio van Dijk akan bertemu lagi dengan karib lamanya, yakni Arjen Robben, namun keduanya membela negara yang berbeda. Sergio van Dijk memutuskan untuk menjadi WNI dan kini menjadi bomber andalan Timnas Indonesia. Sedangkan Arjen Robben masih menjadi salah satu pemain yang paling diandalkan di tim nasional Belanda.


PSSI Sempat Ingin Batalkan Laga Timnas Indonesia Vs Belanda


PSSI Sempat Ingin Batalkan Laga Timnas Indonesia Vs Belanda


PSSI sempat ingin membatalkan laga Timnas Indonesia vs Belanda gara-gara ulah tim tamu yang ngotot memakai seragam utama di laga kandang. Sebagai tuan rumah, Timnas Indonesia seharusnya lebih berhak memakai jersey pertama, yakni Merah-Putih. Namun, pada akhirnya Timnas Indonesia justru mengenakan seragam kedua sehingga membuat PSSI kecewa.
Sebelum laga berlangsung, pihak PSSI telah meminta pertimbangan AFC mengenai masalah ini. AFC kemudian menyerahkan keputusan kepada wasit yang akan memimpin laga, dan wasit justru memilih Belanda sebagai tim yang berhak memakai seragam utama. Inilah yang membuat PSSI sempat ingin membatalkan pertandingan.
“Kita sudah mengadukan masalah ini kepada pihak AFC. Akhirnya pihak AFC menunjuk wasit pertandingan untuk menentukan kostum yang kita pakai,” ungkap Bobby Mubarok selaku Lokal Media Officer PSSI di Jakarta belum lama ini.
“Wasit memutuskan kita memakai warna putih. Saya sebelumnya sempat berpikir pertandingan ini akan batal karena PSSI tidak mau pemain memakai warna putih,” timpal Erwin Dwi Budiawan, anggota Exco PSSI.
Tak hanya itu, campur-tangan promotor ternyata juga mempengaruhi kengototan Belanda yang tetap ingin menggunakan seragam oranye. Ironisnya, PSSI tidak mengetahui deal antara Belanda dan promotor itu.
“Di situlah baru terungkap kalau ada deal promotor. Presiden KNVB pun mengatakan begitu kalau mereka telah melakukan kesepatan masalah kostum dengan promotor, dan PSSI tidak mengetahui hal itu. Belanda tidak membawa kostum lain,” tandas Erwin Dwi Budiawan.
“Ternyata pihak promotor sudah mengadakan deal-deal dengan pihak KNVB selaku konfederasi sepakbola Belanda 2 bulan yang lalu,” tambah Bobby Mubarok.


Timnas Indonesia Beruntung Punya Papua!


Timnas Indonesia Beruntung Punya Papua!


Timnas Indonesia beruntung mempunyai banyak pemain berbakat dari Papua. Selama ini, Papua memang ibarat Brasil-nya Indonesia yang senantiasa menghasilkan pemain bintang bagi Timnas Indonesia. Para talenta Papua pun banyak yang terpilih untuk memperkuat Timnas Indonesia sejak dulu, dari Timnas Indonesia senior hingga Timnas Indonesia pada jenjang usia di bawahnya.
Mettu Duaramuri, Rully Nerre, Ronny Wabia, Aples Tecuari, Rochy Putiray, Eduard Ivak Dalam, Erol FX Iba, Jack Komboy, Alexander Pulalo, Elie Aiboy, Jendri Pitoy, Ortizan Solossa, adalah beberapa dari deretan nama pesepakbola asal Papua atau pemain berdarah Papua yang pernah menjadi tulang punggung Timnas Indonesia. Hebatnya, hingga saat ini dan nanti, tanah Papua selalu menyumbangkan para talenta terbaiknya untuk memperkuat tim Garuda.
Saat ini, Persipura Jayapura menjadi salah satu yang paling banyak mengirim pemain ke Timnas Indonesia. Boaz Solossa, Patrich Wanggai, Ricardo Salampessy, Imanuel Wanggai, Ian Louis Kabes, Ruben Sanadi, Gerald Pangkali, Yohanes Ferinando Pahabol, Lukas Mandowen, juga David Laly, adalah nama-nama yang keluar-masuk skuat timnas, baik di level senior maupun junior.
Belum lagi potensi sejumlah pemain Persipura yang bukan tidak mungkin juga akan dipanggil ke Timnas Indonesia, seperti Yustinus Pae, Victor Numberi, Philipus Basikbasik, Yohanis Tjoe, Fandry Imbiri, Nelson Alom, Ricky Kayame, atau Yulianus Watora.
Tak hanya Persipura, klub-klub asal Papua lainnya, seperti Persiwa Wamena, Persidafon Dafonsoro, atau Persiram Raja Ampat, pun memiliki para pemain yang dirasa cukup pantas menyandang Garuda di dadanya.
Di ketiga klub tersebut tersimpan para talenta Papua, sebut saja Isak Konon, Ricardo Merani, Ferdinando Mote, atau Yesaya Desnam dari Persiwa, kemudian Korintus Fingkreuw, Izaac Wanggai, dan Izak Ogoai dari Persidafon, juga Stevie Bonsapia, Elthon Maran, David Uron, serta Steven Hendambo dari Persiram.
Anak-anak Papua yang tersebar di berbagai klub di Indonesia juga punya kemungkinan turut memperkuat Timnas Indonesia, semisal Okto Maniani (Barito Putera), Titus Bonai, Yosua Pahabol, dan Vendry Mofu (Semen Padang).
Kemudian ada Valentino Telaubun (Perseman Manokwari), Cornelius Geddy (Persija IPL), Mario Aibekob (PSBS Biak), serta para talenta muda dari tim PON Papua semisal Eldjo Iba, Yorgen Wayega, Amandus Weubun, Ayub Kambuaya, Yonas Magai, dan masih banyak lagi.
”Saya yakin, 5 atau 10 tahun ke depan Papua bisa menghasilkan pemain bola bertaraf internasional. Papua menjadi salah satu gudang pemain bola di Indonesia sehingga ke depan diharapkan nama Papua di persepakbolaan nasional maupun internasional semakin berkibar,” ujar Menteri Perhubungan Republik Indonesia, EE Mangindaan, pada suatu kesempatan.

Indonesia vs Belanda Van Gaal Puji Penampilan Kiper Timnas Indonesia

Liputan6.com, Jakarta : Penampilan kiper Timnas Indonesia, Kurnia Meiga, dalam pertandingan kontra Belanda sangat mengagumkan. Satu pemain yang membuat Belanda mati kutu di babak pertama adalah Kurnia Meiga. Lewat kecekatannya dalam menangkis serangan pemain Belanda, Meiga mampu membuat timnas tak kebobolan lebih dari tiga gol di laga persahabatan, Jumat (7/6/13) malam.

Tak aneh jika pelatih Belanda, Louis Van Gaal, memuji kiper Arema Malang tersebut. "Saya suka sekali penampilan tim Anda. Reaksinya bagus. Dia kiper yang berbakat," tandasnya. "Tapi di babak pertama, kami memang banyak membuang peluang. Di antaranya dari Robin van Persie."

Van Gaal menilai, Indonesia sudah bermain sebagai tim. Meski, dia mengaku beberapa faktor membuat Belanda tak berkutik menghadapi Indonesia. "Setidaknya pemain Indonesia terbiasa dengan cuaca. Mereka banyak berlari. Selain itu, rumput sangat buruk. Ini mengganggu penampilan kami," ujarnya.

Dia juga mengatakan, langsung mengubah strategi seusai permainan Belanda buntu di babak pertama. "Kami memutuskan untuk lebih menguasai bola di babak kedua. Selain itu bek juga lebih maju dan itu cukup efektif membobol pertahanan Indonesia," ungkapnya. "Kami selalu ingin bermain bagus, tapi terkendala lapangan yang buruk."

Timnas Belanda ke Indonesia Jacksen F Tiago: Masyarakat Brazil Puji Timnas Indonesia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim Nasional Indonesia mencuri perhatian dunia, saat melawan Belanda pada laga uji coba internasional di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (7/6/2013).
Meskipun dipaksa menelan kekalahan 0-3, perjuangan Victor Igbonefo dkk patut diacungi jempol.
Pelatih Timnas Indonesia Jacksen F Tiago menerima ucapan dan apresiasi luar biasa dari masyarakat luas.
Bahkan, teman-temannya di Brasil mengungkapkan, bagaimana bisa Belanda yang merupakan tim dari Eropa, mengalahkan Indonesia dengan hanya mencetak tiga gol?
Terlebih, dari segi peringkat FIFA, posisi kedua negara terpaut jauh. Belanda berada di peringkat 5 dunia, sementara Indonesia menempati posisi 170 dunia.
“Belanda mengalahkan Indonesia di babak kedua, itu menjadi halaman utama buat sebuah surat kabar di Brasil,” ujar pelatih Persipura Jayapura kepada Tribunnews.com di Hotel JW Marriott, Jakarta, Sabtu (8/6/2013).
Secara khusus, Jacksen F Tiago mengaku dihubungi sebuah media di Brasil, supaya mengirimkan materi untuk program khusus televisi mengenai Timnas Indonesia.
“Di program tersebut, saya akan mengenakan kostum Timnas Indonesia,” katanya.
Pertandingan bersejarah kemarin memang menjadi perhatian masyarakat dunia. Tercatat, lebih dari 10 negara menyiarkan langsung pertandingan itu.
Sebuah media di Inggris, Skysports, bahkan menyebutkan dua gol Siem De Jong menyelamatkan Belanda, setelah sepanjang pertandingan dipaksa bekerja keras hingga akhirnya menang 3-0.